Cerita silat atau disingkat cersil (pinyin: Wǔxiá, harfiah: “pahlawan ilmu beladiri”) adalah sebuah sub-genre dari semi-fantasi dan cerita silat dalam literatur, televisi dan dunia perfilman. Di Indonesia tidak seperti di dunia pada umumnya, di mana wuxia didominasi oleh penokohan orang-orang dan budaya Tiongkok, cerita silat banyak dibangun atas unsur-unsur lokal, menciptakan suatu genre (apabila tidak dikatakan baru) tersendiri dari saudaranya wuxia (sumber dari Wikipedia Indonesia).

Cerita silat di Indonesia sendiri terbagi menjadi dua aliran utama, yakni cerita silat mandarin dan cerita silat jawa, walaupun sebenarnya masih ada cerita silat dari Jepang juga (Musashi). Untuk Cerita Silat Mandarin yang beredar di Indonesia kebanyakan merupakan saduran dari pengarang luar, terutama dari Tiongkok dan Hongkong, seperti Jin Yong, Khu Lung, dan Lian Yusheng, namun demikian banyak juga bermunculan pengarang-pengarang asli Indonesia yang juga berhasil mngambil tema Tiongkok dan sukses (biasanya pengarang tersebut keturunan Tionghoa), seperti Asmaraman S. Kho Ping Ho, S. D. Liong, Batara, dll. Untuk cerita silat jawa, disebut demikian karena biasanya berlatar belakang pada masa-masa kerajaan di Pulau Jawa dan mengambil budaya Jawa dalam penulisannya, seperti S. H. Mintardja, Asmaraman S. Kho Ping Ho, dll.